Tidak bisa meninggalkan apa-apa, hanya bisa menorehkan pena. Ini adalah pena yang bisa bercerita bahwa tiap hari ada udara yg keluar masuk dan berganti tapi tak pernah disadari, bahwa tiap hari ada matahari dan bulan yang berganti tapi tak pernah dihayati, dan bahwa tiap hari ada berbagai kejadian kecil dan tak lucu lalu kita anggap angin lalu. Edi Sud-Rahmat Kartolo…Maksud Lo?!?!. Maksud aku ini hanya catatan harian yang biasa kutaruh di saku.
Asing dalam keramaian
"Hidup dalam keramaian muslim tapi tak kudapati Islam"
"Hidup dalam keterasingan muslim justru kudapati Islam"
kalimat pertama lahir dari Indonesia
dan kalimat kedua lahir di negara-negara "maju" non muslim seperti
Singapura, Jepang, Eropa
Islam mengajarkan kebersihan, kedisiplinan, penghargaan waktu,
pemuliaan janji, dan penghormatan kejujuran
Islam mencontohkan kelemah lembutan dalam kebaikan dan ketegasan dalam
kebathilan
Kulihat tipu menipu di dalam pasar
kulihat hardik menghardik dalam masyarakat
kulihat kerbau tak berdosa dijadikan tumbal untuk menghentikan lumpur
lapindo
dan setiap hari kulihat pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, pencurian,
dan kekejian-kekejian yang merendahkan
dimanakah otak orang-orang ini ?
dimanakah logika, akal dan rasio yang selama ini diagung-agungkan para
sekuleris, orientalis, akademis, politikus, feminis, orang-orang jahil
mulai dari tukang sapu, mahasiswa, profesor, doktor selama ini ?
Mereka tidak kekurangan otak, tapi mereka cuman kehilangan hati
banjir dimana-mana, tsunami melanda, gempa memporak poranda …
kita masih berkata "Ya Allah, apa salah kami, kenapa Engkau menghukum
orang-orang tak berdosa ? Dimana keadilan-Mu"
Naudzubillahi min dzalik, bahkan keadilah Allah pun diragukan oleh
bangsa ini
tidak ingatkah kita, kebobrokan, kerusakan, dan kesesatan yang kita
lakukan setiap hari ?
Kita muslim tapi tak kita dapati Islam dalam diri kita
Macam mana Allah tidak akan terus-terusan menyentil kita
Lalu kenapa hanya negara kita bukan Amerika, Israel, Eropa, Singapura ?
Karena Allah masih sayang kita, masih ingin kita kembali menaati agama
dien kita yang sempurna
sementara bagi negara2 kufur itu, Allah menangguhkan adzabnya, Allah
telah sesatkan mereka semakin jauh dalam kesesatan mereka
Sebagai ujian bagi orang-orang yang beriman
Adakah yang lebih memilih ditimpakan adzab Allah ketika sudah di
akhirat, daripada ketika masih di dunia ?
Adakah yang lebih memilih ditimpakan adzab Allah ketika tidak ada lagi
masa untuk taubat & memperbaikinya, yang ada hanyalah siksa dalam
keabadian ?
Ketika Allah menyentil kita dengan bencana alam agar kita kembali ke
jalan orang-orang yang di limpahi karunia dan kasih sayang-Nya
apa yang kita lakukan ?
kita tidak pernah merasa berdosa dan meragukan keadilan Allah dalam
hati-hati kita
kita teruskan tipu menipu, kecurangan-kecurangan kita di pasar
kita teruskan korupsi dan memakan hak orang lain
kita balas peringatan Allah dengan melarungkan tumpeng ke tepi laut
selatan untuk Nyi roro kidul
tidak tahukah kita bahwa satu-satunya dosa yang tidak bisa diampuni
adalah dosa syirik ??!?!?!
kita teruskan dengan meneruskan kesesatan-kesesatan dalam pemahaman
agama kita
kita lihat santri-santri pondok pesantren yang tak perlu lagi sholat
karena klaim ke-makrifat-an mereka
kita lihat berapa banyak mahasiswa IAIN yang berubah menjadi
penentang-penentang Allah yang nyata
kita lihat banyak kyai-kyai, tokoh intelektual, yang cendikiawan muslim
yang justru menolak RUU Anti Pornografi & PornoAksi
dan kita lihat banyak nabi palsu, malaikat baru, aliran baru lahir dari
negeri "baldatun thoyyibatun wa rabbun ghaffur" ini
Adakah yang lebih tidak tahu diri dari bangsa ini ?!?!?!
Mempercayakan masa depan pada orang-orang aneh, para dukun, paranormal
(baca : pra normal = belum normal), joko bodho, mama lauren, gendheng
pamungkas, dll
Mempercayakan kemajuan perusahaan pada orang-orang edan!!
"inikah orang-orang pintar ?"
orang-orang yang tidak tahu masa depannya sendiri, dan tidak pernah
tahu kapan dia akan mati. Mereka hanyalah sekutu-sekutu syaithan.
Suatu saat sahabat bertanya kepada rasul : "ya Rasulullah, bagaimana
dengan beberapa ramalan para musyrikun yang benar ?"
kemudian Rasulullah menjawab "Ya benar, mereka mencuri informasi dari
malaikat yang akan menghadap Allah. Tapi ingatlah dari satu yang benar
ada 100 kebohongan besar dari Iblis yang akan menyesatkan dan menyeret
manusia kedalam neraka yang menyala-nyala. "
Adakah yang lebih bodoh dari bangsa ini ?!?!?!
Adakah yang lebih bodoh dari bangsa yang lebih memandang title / gelar
dari pendidikan fananya daripada pendidikan akhiratnya
kita lihat contoh pada orang-orang yang terkenal kepintaran dan
keintelektualan nya di bangsa ini
orang-orang yang paling banyak berbicara, paling diakui masyarakat
sebagai penyambung lidah mereka, orang-orang yang akan menguasai
kursi-kursi amanah kekuasaan bangsa ini ….
Suatu saat ustadz (U) terkenal dari Pekanbaru, Ustadz Ali Ahmad ketika
berdialog dengan mahasiswa-mahasiswa(M) dari Universitas Riau
U : Sebenarnya untuk apa tujuan kalian kuliah selama ini ?
M : ( beberapa orang mahasiswa menjawab dengan diplomasi )
- Untuk mencari ilmu, …..bla….bla….
- Untuk menambah wawasan, …..bla….bla….
- Untuk mencari koneksi dan pengalaman, …..bla….bla….
U : sambil berkelakar, beliau berkata "He, he, he, Sudahlah…tak perlu
lah kalian diplomatis seperti itu sama aku…..katakan saja
sejujur-jujurnya. Apa niat kalian kuliah selama ini ?"
M : Lalu mereka menjawab, "Untuk mempersiapkan masa depan,……. untuk
memperoleh pekerjaan yang bagus, gaji tinggi, …. untuk mempersiapkan
hari tua, ……dll "
Lalu ust. Ali bertanya lagi….
U : "Yakin tak masa depan kalian pasti akan baik, cerah ?, yakin tak
kalian pasti akan memperoleh pekerjaan bagus, gaji tinggi, mapan ?
,….. yakin tak hari tua kalian akan terjamin ?"
M : "mmmm belum tentu juga, mmmm mungkin saja, tapi tidak yakin "
U : "Trus yakin tak suatu saat kamu mati ?"
M : "Yakin..!" (dengan serentak semua meng-iyakan)
U : "Bodoh atau pintar orang-orang yang menghabiskan waktunya dari pagi
ke pagi, mati-matian, dari senin sampai senin lagi, dari siang sampai
malam lagi, mereka
menghabiskan waktunya hanya untuk mengejar dan mempersiapkan
bekal untuk sesuatu yang mereka sendiri belum yakini!!".
"Sementara untuk sesuatu yang pasti mereka yakini yaitu mati,
tak sedikitpun waktu mereka luangkan untuk mencari bekal terhadapnya".
"Tak sedikitpun!!" katanya.
"Berapa persen waktu anda, anda gunakan untuk mencari bekal
setelah kematian?". "Anda boleh bekerja banting tulang untuk kehidupan
dunia anda, anda boleh mati2an
mencari harta untuk keluarga dan orang-orang yang anda cintai.
Tapi anda harus ingat bahwa di hari penghisaban, didepan Allah dan
rasul-rasulNya,
anda akan berdiri sendiri, saya bilang sendiri, tanpa anak anda,
istri yang anda cintai, suami anda, orang tua anda, atau siapapun.
Berdiri sendiri untuk mempertanggung
jawabkan apa-apa yang telah anda lakukan selama di dunia yang
hanya sebentar ini!."
Ustadz Ali memberikan analogi yang sangat bagus tentang orang yang
tidak mau mempelajari Islam dengan sebenar-benarnya padahal mereka
muslim.
Ketika kita membeli sebuah sepeda motor baru Honda, maka pasti kita
akan diberi buku pedoman pemakaiannya agar motor kita awet dan enak
dikendarai.
Buku itu menjelaskan berapa kilometer harus ganti oli, berapa lama
harus service rutin, berapa usia spare part dan kapan harus diganti,
cara mengendarai yang baik, dsb… intinya untuk kebaikan yang punya
motor, dan kebaikan motor baru itu sendiri.
Lalu kenapa masih ada orang-orang yang tidak mau menurut dan
mempraktekkan isi buku pedoman sepeda motor itu ?
1. Karena mereka tidak terlalu percaya dengan isi dari buku pedoman itu
2. Karena mereka mungkin tidak yakin bahwa buku itu benar2 dari Honda
3. Atau…Karena mungkin mereka tidak terlalu menganggap penting sepeda
motor mereka
4. Karena tahu buku itu benar tapi males dan gak mau repot /
susah-susah mempraktekkannya, service rutin lah, ganti spare-part lah,
repot-repot amat, yang penting pake aja..santai, urusan nanti..nanti
lah
4. dll alasan lainnya
Apa yang mereka dapatkan ?
"Menyesal!!"
saat motor mereka sudah tidak berfungsi baik lagi
saat motor mereka rusak karena tidak dipenuhi hak-haknya
saat terjadi kecelakaan karena kelalaian mereka
saat motor mereka tidak awet lagi, dan tidak laku dijual
padahal seharusnya motor itu berhak diperlakukan seperti yang tertera
dalam buku panduannya, agar dia awet, bermanfaat bagi pemiliknya, tidak
cepet rusak
……………..
Orang yang beli motor itu adalah kita
motor baru yang kita beli itu adalah hidup kita yang diperoleh dari
Allah swt
dan buku pedoman itu adalah AlQuran & AsSunnah
Allah menetapkan aturan-aturannya tentang kehidupan dalam dua pedoman
diatas agar diikuti oleh para pemilik hidup (kita) agar hidup kita baik
dan bermanfaat bagi kehidupan setelahnya.
Memang untuk men-service, merawat sepeda motor itu kita perlu sedikit
berlelah-lelah
tapi itu semua tidak ada artinya jika kita tahu manfaat dari apa yang
kita kerjakan
pun dengan mempelajari, mengkaji, dan mengamalkan aturan-aturan dan
petunjuk Allah, pasti akan terasa berat memang, dan sering ditentang
akal kita yang bergejolak
tapi jika kita tahu akan keindahan syurga yang dijanjikan Allah, maka
semua itu sama sekali tidak ada apa-apanya
Marilah bersama-sama menghadirkan Islam ditengah-tengah kaum
muslimin
biar kita tidak asing lagi dalam keramaian
(diinspirasi dan kutip sana-sini dari pemateri
Seminar Dua hari Indahnya Islam, QSM Training Centre,
Asrama Haji Batam, 24-25 Mei 2008)
–dp,,
———————————————————————————————————————
( Q.S. Al Alraaf: 51 )
"(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main
dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada
hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan
pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu
mengingkari ayat-ayat Kami. "
[468]. Maksudnya: kesenangan-kesenangan
duniawi itu hanya sebentar dan tidak kekal. Janganlah orang terperdaya
dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai dari memperhatikan
urusan akhirat.
———————————————————————————————————————
( Al ‘Ankabuut : 64 )
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan
main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan,
kalau mereka mengetahui. "
———————————————————————————————————————
********
Akhirnya 10 menit kemudian nyampe juga gw di TEM-Melaka.
Kesan pertama gw tentang tempat ini adalah bangunannya yang luas dan bagus, lebih luas dari TEI-Batam. Tapi gak ada bangunan yang sampai tingkat 3 disana. Parkirnya luas, ada lapangan Basket, dan ada kantin yang seluas Pujasera didalam TEM. wow terlalu luas untuk perusahaan dengan jumlah karyawan yang tidak sebanyak di TEI.
Ketika memasuki lobby disana mulai kelihatan kesan kurang bersih. Asli lobby di TEI jauh lebih bersih dan berkelas dibanding di sana. Setelah diterima oleh receptionist dan disuruh nunggu di ruang tamu, akhirnya kita dijemput oleh Mrs. Lim, Manager Finance Accounting di sana. Tanpa basa basi dia langsung mengajak kita masuk ruangan office mereka setelah sebelumnya mengganti sepatu kita dengan sandal khusus untuk Guest / tamu.
Woo oo ruangan officenya terbuka dan nyampur jadi satu semua departemen tanpa sekat ( ciri khas Japaneese office nihh ) mirip di TEI cuman, terlihat tidak bersih, berantakan karena banyak tumpukan dokumen tak teratur setinggi bahu orang dewasa, dan pencahayaan yg sedikit gelap sehingga kesannya ruangan itu menjadi cokelat kusam. Waduhh2x masih alhamdulillah di TEI pikir gw. Terlihat sekilas hampir 80 - 90 % karyawan office nya adalah orang Malaysia keturunan Chineese.
Terdengar disana sini percakapan bahasa inggris dan bahasa chineese entah mandarin, kantoneese, atau Tio Ciu, kagak ngerti de..
bahkan percakapan orang office dan orang dari production disana pake bahasa inggriss, weleh2x pantesan mereka pada jago bahasa inggrisnya. Duk! langsung teringat percakapan-percakapan di office TEI dari orang2 SCM yang masih pake bahasa Jawa, nyaring pula. hi hi lutu bgt.
Setelah diperkenalkan oleh mrs. Lim ke beberapa staf di FA dan IT nya TEM, maka kita segera mengadakan meeting singkat. Lalu setelah itu kita memulai pekerjaan kita dengan guidance kita adalah ms. Toh Ai Ching. bla..bla..dan seterusnya. Kita jg sempat jadi sasaran penglihatan office member mereka selama kita jalan. Btw, semua FA member sampe manager nya disana adalah wanita, chineese, cukup ramah, tapi kita gak pernah tahu isi pembicaraan mereka karena mostly memakai mother tongue mereka alias bahasa cina mereka. Cuman dua orang saja yang kelihatan nyaring berbahasa inggris yaitu mrs.Lim dan ms.Toh tadi dan inggris mereka sangat bagus.
Kayaknya gw harus lebih banyak belajar lagi deh soal bahasa bule yang satu itu.
Singkat kata…kita bekerja terlalu keras dari siang sampe jam 22.30 WM malam
Astaghfirullahaladzim!! tanpa break kecuali sholat tanpa makan, hanya minum satu botol air kemasan 500ml untuk waktu selama itu… dan dari pagi hanya sarapan sekali saja
Di akhir kerja gw udah ngerasa agak pusing, perut gw rasanya assyyeeemmm bgt, gw udah ngerasa bakal pingsan kalo diterusin…
kenapa selama itu ? karena ternyata TEI punya masalah yang banyak kali yang harus di perbaiki di sistem SAP kita, dan mrs.Lim & ms.Toh cukup sabar ngebantuin kita…Thanks bgt.
Setelah kelar, akhirnya kita pulang dengan hati lega tapi dengan fisik yang lunglai
Pulangnya kita diantar sama cik Ghaffar, security sekaligus driver ke Avilion Legacy Hotel, salah satu hotel bintang empat di pusat kota Melaka.
Sebelumnya kita sempatkan makan malam dulu jam 23.00 didepan Masjid Raya Melaka, disebuah RM orang Melayu ( biar dijamin halal ) yang cukup ramai, artistik karena banyak lampu hias dan terbuka dengan tempat duduk dibawah pohon.
Disitu gw nyobain Minuman Ais Air Mata Kucing, Ais = ice = Es; kalo di Indo. Disitu kita cakap2 sikit sama pak Ghaffar, dia nyritain kalo pendiri kampungnya sekarang dulu adalah orang dari Indonesia, trus istri dia adalah berasal dari orang Indon juga (Indon : sebutan untuk orang2 asal Indonesia ), dia bilang berasal dari Jawa, Ponorogo ato Pacitan gw lupa. Weleh2x ternyata tetangga gw juga nihh he, he, he.
Kelar dari makan malam kita sempatin belanja sedikit makanan ringan a.k.a ( also known as ) snack buat kegiatan di hotel nanti. Bet..bet…nyampe hotel Legacy kira-kira jam 24.00 WM. Sebelumnya kita minta cik Ghaffar nungguin kita buat nganter pusing-pusing (*bahasa Malay dari jalan-jalan adl pusing-pusing ) di bandar / kota Melaka. Setelah check-in dan naruh barang-barang bawaan di kamar lantai 11, kita langsung turun lagi trus diantar jalan2 sama cik Ghaffar.
Alhamdulillah beliaunya sangat antusias ketika mengantar kita. beliau susuri jalan-jalan di Melaka yang kesemuanya adalah jalan searah dan dikanan kiri banyak bangunan klasik gaya portugeese, Holland, dan Chinnese, dan tentunya Melayu / arsitektur Muslim.
Kotanya sangat rapi dan teratur, layaknya di Singapura, di Malaysia gw juga gak pernah liat pedagang kaki lima berkeliaran, rambu-rambu dan papan tanda informasi juga sangat bagus.
Hm kayaknya Batam harus banyak bercermin sama Melaka dulu deh sebelum ngayal seperti Singapura. Bersih dan tidak ada sampah berserakan di pinggir jalan ataupun di tengah jalan. Cik Ghaffar dengan semangat berhenti di setiap tempat wisata di melaka dan dengan ramah menjelaskan segala hal tentang tempat itu pada kita.
Alhamdulillah3x…
Beberapa tempat yang kita kunjungi (tapi gak sempat masuk karena udah tutup) :
Melaka River -> very beautiful view at night, ada perahunya bisa menyusuri tengah kota, lampu2 temaram, oks bgt
Museum Tentera Laut Diraja Malaysia
Museum Hang Tuah
Komplek Pecinan
Komplek bangunan dan Gereja Peninggalan Holland/Belanda yang sangat terkenal itu, dan pernah muncul di TV Indonesia beberapa waktu lalu
Bangunan peninggalan Portugeese, gak tahu namanya
sebenarnya juga ke Gerbang Selamat Datang di Melaka, bikinan Portugeese, tapi gak terlalu dekat karena udah terlalu malam
Alhamdulillah…
Karena udah ngantuk kita minta cik Ghaffar mengantar kita kembali ke hotel.
Sampai hotel gak segera tidur soale malam itu akan ada acara sepakbola semifinal Liga Champions Chelsea-Liverpool, gw jagoin Chelsea jadi harus nonton
sambil nungguin gw mandi dulu, mengendurkan otot-otot yang tegang seharian dengan air hangat
bla..bla…bla….
( Tamat )
Kira-kira seperti itulah hari pertama gw di Melaka
untuk hari kedua + perjalanan pulang ke Indonesia + pas waktu mampir jalan sebentar ke Singapura waduh sorry bgt belum bisa cerita soale jarinya udah capek
hihi gitu aja,
Thanks udah baca,
********
Kurang lebih 30 - 45 menit mobil kita menyusuri jalan jalan di Singapore yang lengang dan lebar.
Memang di Singapura tidak terlalu banyak mobil pribadi berkeliaran, paling banyak adalah mobil angkutan bis atau taxi, dan mobil mobil pengangkut barang, itupun juga gak banyak jumlahnya. Dan akhirnya kita telah sampai ke Singapore border, pusat pemeriksaan imigrasi Singapura di perbatasan dengan Malaysia. Disana petugas melakukan pemeriksaan passport dan sidik jari semua penyeberang batas.
Wuih, biasanya gak seketat itu, menurut cik Hizam pemeriksaan sidik jari diberlakukan sejak kasus hilangnya buronan teroris Mas Selamat ramai diberitakan di berbagai media. Dan memang sih, kalo aku perhatikan sejak keberangkatan di imigrasi Indonesia dan Singapura banyak terpampang foto buronan tersebut di beberapa tempat
Selepas dari Singapore borders kita segera melanjutkan perjalanan menyeberangi sebuah jembatan darat yang menghubungkan daratan semenanjung Malaka dengan pulau Singapura. Kata cik Hizam ini adalah jembatan kedua yang menghubungkan Malaysia-Singapura, dan dia menyebut ada satu jembatan lagi yang sebelumnya sudah dibangun untuk menghubungkan kedua negara jiran tersebut.
Saat melewati jembatan itu kaka sempat bercanda mengandaikan Indonesia-Singapura dihubungkan juga dengan jembatan darat, trus batam-Sumatera juga dibikin jembatan, trus Jawa-Sumatera juga dihubungkan jembatan, trus Jawa-Madura, trus Jawa-bali. Wah pasti cepet perkembangan pembangunannnya katanya. Hi, hi, sambil nyengir gw mengiyakan dan berpikir "hmm ada benernya juga tuh…".
Keluar dari jembatan kita harus melewati pos imigrasi negara kerajaan Diraja Malaysia. Meski gak sampai turun seperti di imigrasi Singapura tadi tapi di situ agak lama juga karena petugas mereka harus menge-cek invitation letter kita ke company yang mengundang kita, mungkin untuk cross check aja. Kesan gw di Malaysia Border ini gak terlalu megah dan kurang keliatan futuristik dibanding singapore punya. suasananya lebih mirip indonesia.
Semua OK, surat2 OK, kita naik lagi kereta proton yang dipandu oleh cik Hizam memasuki jalan tol yang sangat panjang, paling panjang mungkin yang pernah gw rasain. Kenapa gw bilang sangat panjang soalnya di tulisan penunjuk arahnya ada kota Melaka dan bahkan Kuala Lumpur yang jaraknya sampai beratus-ratus kilometer dari pintu masuk tadi.
Fiuhhh gw udah ngebayangin jauhnya ke Melaka yang jaraknya 200-300 an km, kalo harus ditempuh dengan tanpa jalan tol. tapi Alhamdulillah kita akan terus di jalan tol, itu berarti kagak bakal ada jalan rusak, jalan macet, jalan lambat, dsb dan pastinya kendaraan bisa dipacu dengan kecepatan rata2 100 - 120 km/jam tanpa penghalang.
15 menit sudah kita menyusuri jalan tol yang cukup luas dan lurus itu dengan pemandangan kebun sawit dikanan kiri sejauh mata memandang. Iya sejauh mata memandang soalnya di sepanjang jalan itu , bahkan sepanjang jalan sampe ke Melaka, yang berarti beratus-ratus kilometer, gw gak pernah menjumpai hutan belantara.
Di Malaysia sana, semua hutan di bukit-bukit yang aku lihat semuanya sudah diganti dengan perkebunan sawit yang sangat luas dan tertata rapi pohonnya. Ups…tiba-tiba cik Hizam membelokkan keretanya ke arah kiri ke sebuah tempat peristirahatan sekaligus restoran di tepi jalan tol.
Weleh2x kebetulan sekali ni cik, udah lapar bangett dari pagi lom makan. Disana gw pesen makanan di sebuah restoran dengan menu Nasi Goreng Ayam Sambal dan minum Milo hangat. Bismillahirrahmaanirrahiim, Allahumma barik lana …bla..bla.. bet…bet…nyam..nyam.. masyaAllah nikmat bangett ayam sambalnya. Memang gak salah pilih menu gw buat sarapan waktu itu…
Oiya disana harga makanan sama sekali gak mahal karena untuk makanan rata2 seharga 4 - 6 RM (Ringgit Malaysia) lah, kalo dikurs-in ke IDR (Indonesia Rupiah) mungkin sekitar IDR 12,000 - 20,000 IDR. Minuman harganya berkisar RM 1 - 2, kira2 IDR 3000 - 6000 an lah. Kurang lebih sama lah kayak di Batam.
Coba bandingkan kalo makan di Singapura yang sekali makan di restoran cepat saji macam KFC, McD kalo dalam SGD (Singapore Dollar) abis sekitar SGD 6 = IDR 40.000 an. Bahkan dulu pas gw nyobain makan di starbuck, segelas coffee + kue cokelat satu, harganya kira2 SGD 12 = IDR 81,600 dengan asumsi kurs SGD 1 = IDR 6,800.
Beda jauh kannn..
Selesai sarapan, kita segera memutuskan untuk cepat melanjutkan perjalanan kembali karena pihak Finance TEM udah nungguin kita. Di dalam mobil cik hizam menyarankan kita untuk tidur karena perjalanan masih jauh, kira-kira 2 jam lagi.
Iya pak soale gak disuruh pun kita juga bakal ketiduran di mobil. Gimana nggak ketiduran lha wong jalan tol di malaysia itu lurusssssss, bener2 gak bengkok, trus pemandangan monoton, hmm namanya juga jalan tol mas..mas.
Tapi yang gak habis gw pikir disana kagak ada bumpy road setiap berapa ratus meter gitu seperti halnya di Indonesia, biar si driver gak ngantuk pas mengemudi. Pas kita tanya cik Hizam apa gak ngantuk kalo mengemudi dijalan yang lurus dengan kecepatan konstan trus ggak ada bumpy road nya gini ? Dia cuman senyum sambil jawab makanya dia selalu sedia permen disamping joknya. Weleh2x malaysia memang aneh.
Trus satu lagi dijalan tolnya malaysia, ada satu jalur khusus buat pengendara sepeda motor, jadi motor memang boleh masuk ke tol disana. Ini salah satu perbedaan Malaysia dengan Indonesia, karena kalo di Indonesia seingatku tidak ada perusahaan penyedia jalan tol yang membolehkan pengendara sepeda motor masuk melalui jalan tol mereka. Weleh2x Malaysia memang aneh..hehe,,,,
Trus satu lagi di sepanjang jalan kebanyakan yang menjadi pekerja lapangan / kasar di jalan tol dan di toilet-toilet umum disepanjang jalan tol, yang aku tahu adalah orang-orang etnis keturunan India. Hehe jadi inget…demo masyarakat malaysia keturunan india yang menuntut persamaan hak seperti yang gw liat di tv beberapa hari kemarin.
Singkat kata… akhirnya nyampe juga kita ke wilayah Melaka sekira pukul 13.00 WIB ato kalo Waktu Malaysia (WM) adalah 14.00 WM. Sebelum langsung ke TEM, kita mampir dulu ke Masjid MITC (Melaka International Trade Centre) untuk menunaikan sholat dhuhur disana.
Ada pengalaman yang tak terlupakan saat gw sholat dhuhur di masjid MITC itu. Ceritanya sebelum gw sholat maka gw ke toilet dan mau ambil wudhu. Pas waktu jalan ke tempat wudhu itulah gw berpapasan dengan serombongan anak -anak SMP (ini asumsi gw kalo liat penampilan dan ciri-ciri fisik mereka, gak tahu pasti soale seragam mereka bukan biru putih tapi macam batik gitu).
Semua anak laki-lakinya menggunakan celana panjang dan semua anak wanitanya menggunakan pakaian muslimah lengkap dengan kerudung warna putihnya.
Gw bersikap biasa saja dan gak menyapa mereka, seperti halnya biasa gw lakuin di Indonesia, toh paling biasanya kita akan saling cuek karena ngerasa gak kenal. Tapi gw gak nyangka, ternya hampir setiap anak yang dari rombongan itu dan berpapasan dgn gw, mereka semua tersenyum sangat ramah sambil sedikit menganggukkan kepala mereka serta mengucapkan "Assalaamualaikum".
Begitu banyak salam yang gw dapat dari anak-anak itu, dan begitu menyenangkan sikap mereka pada orang-orang yang belum mereka kenal sekalipun. MasyaAllah, gw benar-benar ngerasa ini sambutan yang luar biasa dari saudara-saudara kita di negeri jiran ini.
Jadinya juga teringat cik Hizam yang juga gak kalah ramah dan begitu menghargai gw dan kaka, sangat-sangat "user friendly" kalo istilah Microsoft nya he, he.
( Bersambung ke Bagian -3 )
Rabu pagi, jam 06.30, Happy Valley Garden, Jodoh, Batam, Indonesia
Pagi itu selepas shalat shubuh berjamaah di masjid komplek Maritime Square, gw gak langsung tidur, tapi segera berkemas dan bersiap mandi setelah sebelumnya membaca beberapa ayat AlQuran. Pagi itu rasanya segar dan bersemangat sekali gw.
Pagi ini gw dan temen gw dari Finance, Fatrika a.k.a. kaka dapet tugas dari company untuk berangkat ke Malaysia, TEM Malaka. Misinya satu yaitu belajar proses closing Fiscal Year di TEM. Dengan harapan setelah itu kita bisa lakukan hal serupa di sistem SAP kita setibanya di Indonesia.
Byar..byur…sit…set…sut….mandi dan berkemas
Setelah semuanya siap gw segera bergegas “nyangking” travel bag gw ke depan rumah nungguin kaka. Sambil nungguin iseng-iseng gw pencet nomor telpon ibu gw di Jawa, tat, tit, tut…tut….tut…… Halo assalamualaikum suara ibu dari HP gw. Bla..bla…ujung-ujungnya beliau minta gw selalu berhati hati dan berdoa.
“Sing ati-ati yo le…donga” kalo dlm bhs indonesia mungkin “Berhati hati ya le…berdoa”, le* adalah panggilan buat anak laki-laki di jawa.
Ada sesuatu yang unik dari ibu gw dari kecil sampe sekarang kalo ada anak2nya yang mo bepergian, yaitu selalu disuruh memperbanyak “Allaahuakbar” ketika di perjalanan. Gw ngikut aja dan gak pernah nanya kenapa. Gw cuman berpikir itu semua bagus buat dilakukan.
Akhirnya si kaka nongol juga. Sebelumnya gw serahin motor gw buat dipake Anto selama gw pergi. Meski siAnto nawarin buat nganter tapi gw dan kaka segera bergegas ke pos ojek gak jauh dari rumah gw. “Pak nyampe depan pak” dan ngenggg.
Setelah dapet taxi gw dan kaka segera meluncur ke pelabuhan ferry international Batam Centre. Sampe disana kita segera booking dan check in. bayar tax SGD 7.5 dan nyerahin surat keimigrasian. Di tiket gw tertera nominal sebesar SGD 22.
Setelah semua beres kita segera masuk ferry. Tapi bukan ferry gedhe seperti kapal roro yang bisa nampung bis, truk dan berbagai mobil roda empat gitu melainkan kapal seukuran kapal cepat Merak-Bakaheuni. Gw lebih suka menyebutnya speed boat.
Di dalam kapal itu sudah banyak orang Indo yang mo ke Singapore, kebanyakan bapak2 dan ibu2. Dari penampilan dan logat suara mereka gw bisa lihat 4 etnis disana : Jawa, Sunda, keturunan China, dan Melayu.
Beberapa menit sebelum memasuki perairan Singapura, sinyal hp ku langsung mati karena memang seperti itulah kalo memakai telkomsel AS, kagak bisa roaming ke singapura dan malaysia. Sementara punya kaka yang pake xl masih ok dan dapat sinyal.
Sebelum sinyal hp hilang, gw masih sempat menerima sms dari seseorang yg gk gw kenal, sepertinya sih dari seorang ce, yang isinya ngucapin ati2x. Cuman gw males nge-respond krn gw udah sering dapet sms dari beberapa ce yg gak gw kenal seperti itu, bukannya gak gw kenal tapi mostly krn mereka yg gak mau memperkenalkan diri. Gw gak bangga krn hal seperti itu dan gw cuman nge-doain smoga mereka tidak melakukan hal-hal seperti itu lagi. Astaghfirullahaladzim.
Akhirnya sampe juga gw di singaparna, kota bersih dan modern ini. Sebelum kapal merapat gw masih melihat sesuatu yang biasa gw lihat setiap kali gw ke singapore, yaitu : proses reklamasi pantai di singapore oleh mesin-mesin besar yang tak henti2nya mengeruk pasir dari sebuah kapal pengangkut pasir di dermaga mereka. Pertanyaanya satu : dari manakah pasir itu ???? mudah2an bukan dari Indonesia pikirku sebal membayangkan.
Nyampe di harbour front …
Biasa harus ngantriii panjang kalieee
Lucu juga waktu denger beberapa orang bapak dan ibu ibu pada cekikikan bercanda “Orang jember, orang marga cinta, orang tasik ke singapura…hi, hi, hi… biasanya kan kita cuman ke singaparna nyak!!”
Dalam hati gw tertawa lebar…he, he, muhun abi oge bu. (bahasa sunda artinya : hehe benar saya juga bu..)
Selepas dari imigration gw dan kaka segera bergegas ke post office di lantai 2 soale mau nge-pos-in satu plastik gedhe surat-surat dari company buat ke supplier, titipan lendya.
Selesai dari post office kita segera mengontak encik Hizam, driver dari TEM yang berjanji menjemput kita dari Harbour Front ke Melaka, Malaysia. Tak berapa lama kita bertemu dan selesai cakap-cakap sikit kita segera masuk ke sebuah mobil sedan proton-perdana.
Gw duduk depan disamping cik Hizam sedang si kaka duduk di belakang sendirian. Dengan mobil seharga kurang lebih RM 100,000 itulah encik Hizam akan membawa kita ke Melaka melalui perjalanan darat yang cukup jauh.
Mobil itu dengan cepat membawa kita bertiga menyusuri kota singapore yang rapi dengan jalan jalan yang lebar, kanan kiri gedung pencakar langit, tapi gak macet gak semrawut dan gak panas. Memang singapore adalah asli kota tapi lebih banyak pohon hijau di tengah kota daripada Batam yang tidak terlalu besar kotanya.
“Singapore itu terase lebih sejuk kerane banyak pokok di pinggir jalan-jalannye” kata encik Hizam. * pokok dalam bahasa indonesia maksudnya pohon.
…..insyaAllah bersambung ke bagian 2…….
thanks udah baca,