Tidak bisa meninggalkan apa-apa, hanya bisa menorehkan pena. Ini adalah pena yang bisa bercerita bahwa tiap hari ada udara yg keluar masuk dan berganti tapi tak pernah disadari, bahwa tiap hari ada matahari dan bulan yang berganti tapi tak pernah dihayati, dan bahwa tiap hari ada berbagai kejadian kecil dan tak lucu lalu kita anggap angin lalu. Edi Sud-Rahmat Kartolo…Maksud Lo?!?!. Maksud aku ini hanya catatan harian yang biasa kutaruh di saku.
excerpted from http://strategimanajemen.net
Semenjak Daniel Golemen menggagasnya dalam karya fenomenal bertajuk
Emotional Intelligence, kini makin diyakini pentingnya makna kecerdasan
emosional dalam merajut kanvas kehidupan yang dilimpahi oleh kesuksesan
dan kebahagiaan. Kecerdasan intelektual ternyata hanya separo dari
sebuah perjalanan. Ia mesti juga dilengkapi dengan kecerdasan emosional
(dan juga kecerdasan spiritual) agar kita semua bisa menggapai hidup
yang penuh arti kemuliaan.
Secara eksploratif, kecerdasan emosional sendiri pada dasarnya
merujuk pada dua dimensi kunci yang mesti kita praktekkan dengan penuh
kesempurnaan. Dimensi yang pertama adalah tentang dunia intra-personal
– atau sebuah dunia sunyi untuk melihat dengan penuh kebeningan relung
diri kita sendiri. Dimensi yang kedua adalah tentang dunia inter-personal – atau sebuah dunia dengan mana kita menghamparkan berderet perjumpaan dengan orang lain.
Baiklah kita akan segera membahas dua dimensi kunci itu secara
intim. Namun sebelumnya, saya persilakan Anda untuk mereguk dulu
kehangatan secangkir kopi atau teh yang sekarang mungkin ada disamping
laptop/dekstop Anda. Seduhlah kehangatan itu sambil bersyukur bahwa
hari ini Anda masih dilimpahi karunia untuk menikmati secangkir teh
hangat…….
Oke, mari kita lanjutkan perbincangan kita. Dimensi yang pertama,
seperti tadi disebutkan, berhubungan dengan dunia intra-personal. Dalam
dimensi ini sendiri terdapat dua elemen yang mesti dicermati, yakni :
self awareness dan self esteem.
Knowing yourself is the beginning of all wisdom,
demikian filsuf Aristoteles pernah bersenandung. Maknanya jelas : kita
tak akan pernah mampu mengenggam buah kebajikan tanpa kemampuan untuk
secara jernih dan jujur menelisik setiap sudut raga dan jiwa kita.
Kemampuan untuk secara bening menelusuri segenap jejak kelebihan dan
potensi yang ada pada diri kita; dan juga sekaligus mau mengakui
kekurangsempurnaan yang ada dalam diri kita dengan penuh kelapangan
dada.
Dan dengan kesadaran-diri yang kokoh itulah, kita kemudian bergerak
maju merajut self-esteem dengan optimal. Self-esteem sendiri bermakna
tumbuh-mekarnya rasa respek pada diri sendiri – tanpa harus tergelincir
menjadi arogan atau takabur. Sebaliknya, self esteem ini lebih mewujud
pada tumbuhnya rasa bangga (self-pride) atas jati diri Anda dan juga
terhadap segenap jejak karya dan impian yang tengah Anda ukir. Tanpa
self-respect yang kuat, kita tak akan pernah mampu membangun respek
pada orang lain. Dan tanpa self-esteem yang menjejak dengan kokoh, kita
tak akan pernah melenting menjadi insan yang unggul, penuh kemuliaan
dan bermartabat.
Dimensi kedua dari kecerdasan emosional berkaitan dengan dimensi
inter-personal atau dunia tentang jalinan interaksi dengan orang lain
(others). Disini terdapat dua elemen kunci yang juga layak
diperhatikan, yakni elemen interaksi antar manusia dan elemen empati.
Kecerdasan emosional pada akhirnya amat berkaitan dengan ketrampilan
kita dalam merajut relasi dengan orang lain (interpersonal
relationship). Disitulah kemudian kita diuji untuk selalu bisa
merekahkan pola relasi yang santun, penuh rasa respek dan
saling-menghargai, serta dilimpahi spirit untuk berbuat baik kepada
sesama. Disini pula kita diajak untuk selalu mampu menghadirkan rajutan
komunikasi yang konstruktif dan suportif, dan bukan pola komunikasi
yang dipenuhi rasa kedengkian dan negative thinking lainnya.
Dan kita tahu, segenap kecerdasan semacam diatas hanya bisa
digelarkan jika kita juga diguyur oleh spirit empati yang kuat. Inilah
sebuah sikap untuk mau memahami dan menghargai perasaan orang lain.
Sebuah sikap untuk juga mau bersikap welas asih pada sesama.
Sebuah sikap untuk selalu menghadirkan momen perjumpaan yang penuh
keramahan, menebar kebaikan kepada sesama tanpa pamrih, dan menyodorkan
jabat tangan erat dalam balutan rasa cinta dan empati.
Demikianlah empat tema utama yang menaungi makna kecerdasan emosional – yakni dimensi self awareness, self esteem, interpersonal relations dan empathic understanding.
Kita mungkin tak tahu persis berapa kadar kecerdasan kita dalam empat
dimensi kunci itu. Namun tampaknya kita selalu diminta untuk terus
menebarkan benih kecerdasan itu dalam segenap jejak kehidupan kita;
dalam roda waktu yang terus berputar.
Sebab hanya dengan itulah, kita lalu bisa tumbuh menjadi insan yang luhur dan penuh kemuliaan. Memuliakan hidup, memuliakan sesama. Bukankah ini salah satu tugas suci kita sebagai anak manusia?
Alhamdulillahirabbil’alamiin
All
praises be to Allah
Hari
ini adalah senin 21 juli 2008, hari pertama gw kerja di SOLTIUS
Salah
satu perusahaan Consulting dan implementor SAP yang memegang license dari SAPIndonesia
.
Setahu gw ada beberapa perusahaan lainnya yang juga megang license SAP
Indonesia seperti Astagraphia SCS, Metrodata E business, ISS Consulting,
Perdana Consulting. SOLTIUS termasuk 8 terbesar SAP Consulting company di
Indonesia.
Hari
ini gw dapat laptop IBM G40 dan ID Card baru dari SOLTIUS sebagai tanda resmi
gw join sebagai SAP MM Consultant mereka. Gw juga dapet email baru hari ini dan
juga id baru buat ngakses portalnya Soltius. Disini semua prosedur dibikin
sesimple mungkin dan paperless jadi sangat IT banget disbanding company gw
sebelumnya. Ijin cuti, dan urusan-urusan administrative lainnya bisa dilakukan
via portal ini. Gw ngerasa bangga banget bisa keterima disini sebagai Junior
Consultant, setelah sebelumnya 2 tahun
gw sebagai SAP System Analyst di salah satu multinational Electronics
manufacturing di kawasan Industri Batamindo, Muka kuning – Batam.
Disini
gw bakal diaduk jadi satu dengan konsultan-konsultan handal dan terkemuka dari
Soltius, mulai dari Junior seperti gw, Associate, Consultant, Senior
Consultant, Principal Consultant, dan para freelancer-freelancer SAP jagoan
yang sering di hire sama Soltius.
Fiuhhh
ini luar biasa, kesempatan yang tidak banyak diberikan kepada semua orang. Dan
hebatnya Allah berkenan memberikannya kepada seorang anak muda haus ilmu
seperti gw.
Hari
ini saja gw sudah berkenalan dengan beberapa konsultan senior dan pak Heryanto,
Project coordinator yang bakal ngajakin gw besok hari selasa di Cibitung, my
first project travel. Heeeeee. Sama Nidya (HR SOLTIUS yang selalu keep in touch
dgn gw sejak kepindahan gw dari batam) gw dikenalin dengan beberapa orang
seperti : Temmy (IT-Back office), Bambang Fahrudin (FI), Benny (IT support),
Tiaras ya…lupa-lupa inget (HR), Hengky (SAP consultant), dan banyak lagi yang
sebagian lagi gw lupa namanya (maaf..)
Disini
selain SAP consultant ada juga Microsoft, dll. Untuk SAP saja konsultannya
berjumlah sekitar 110 orang, kebanyakan tidak ada yang stay di bench (istilah
untuk base office) melainkan diassign di berbagai project yang digarap Soltius,
seperti di Krakatau Steel – Cilegon, Bentoel – Malang, SCTV, dan beberapa
project lainnya seperti di Cibitung, Jabotabek, dll. Gw juga masih belum jelas
amat coz gw jg baru sehari gawe di sini.
Kesan
pertama gw tentang gawe disini adalah cool abiss dan peningkatan prestise sekaligus
challenge skill yang luar biasa bagi gw. Disinilah gw bakal bertumbuh dan
berkembang rimbun dan mengakar kuat. Amiin.
Oiya
gw juga punya kenalan baru Resky namanya, anak Medan bah yang kebetulan sama-sama first day
di SOLTIUS hari ini bareng gw. Dia jebolan Indofood, Johnson and Johnson, dan
apa lagi gituu. Kayaknya dia baik, selain itu dia udah lama kenalJKT
so dia bisa jadi tempat referensi nanya nanya selama gw live n gawe di kota metropolitan terbesar di
Indo
ini. Dia juga nawarin
Bantu cari kost tadi, heheheehe siip lah kebetulan gw mang lagi butuh ama
keperluan nyang satu itu.
Hari
ini gw juga sempat sms dan telpon bcanda-bcanda bareng mbak yu gw di seberang
lautan, mbak Erna – Batam. Trus sama Irwan juga yang lagi bingung nentuin
antara Metrodata atau Anabetic, 2 perusahaan sap consulting yang lagi dia coba
buat test masuk. Wah dia pengen ngikut jejak gw tuh heee, weleh2x mudah-mudahan
cepet ketrima aja.
Okey
seperti itu dulu yang bisa gw share di hari pertama gw kerja buat SOLTIUS
Thanks
udah baca.