Oct
21

fouda, si Mulut sampah !!!

Filed Under (Apa yang terjadi sekarang?) by mukti on 21-10-2008 and tagged ,

… Si Mulut Sampah tidak mengatakan apapun selain B*ll-s**t …

Si mulut sampah itu adalah si farag fouda.

Dan penyambung lidah b*ll-s**t nya adalah si Goenawan Mohammad, Azyumardi Azra, dan Syafii Maarif, dan para pengikut JIL yang mencintai apapun yang berbeda yang penting bisa mengolok-olok kaum muslimin.

Para mulut sampah selalu berprinsip “Waton Suloyo” -> Apapun didukung asal beda

Sekarang farag fouda memang tidak lebih dari seonggok mayat mesir yang telah mati sejak 1992 lalu.

Tapi apa yang dilakukannya ketika masih hidup dengan menulis buku al-Haqidah al-Ghaibah. Buku itu menjadi salah satu dari sekian banyak alasan lain lagi bagi para ulama Al Azhar Mesir kala itu untuk menyatakan fouda telah murtad karena banyak menghujat Islam.

Bukan karena sembarang menghujatnya, melainkan manipulasi data, dan fitnah-fitnahnya terhadap para sahabat yang disayangi Rasulullah yang selama ini menjadi suri tauladan Milyaran umat Islam di seluruh dunia sejak berabad-abad.

Contoh sederhana manipulasi dan fitnah yang dilakukan si fouda ini adalah seperti ini : Jika ia menukil sebuah sumber tentang hal pemakaman Ustman r.a. dari sebuah kitab terkenal, dan didalamnya terdapat delapan pendapat/riwayat maka fouda hanya akan mengambil pendapat yang lemah yang bisa dipakainya untuk menjelek-jelekkan sahabat rasul kemudian dia akan menyembunyikan ketujuh pendapat lainnya meski pendapat/riwayat-riwayat itu jauh lebih kuat dari yang dia kutip.

Kemudian mulut sampahnya akan berkoar-koar menunjukkan pada dunia bahwa ia telah menemukan sebuah fakta autentik tentang sejarah kaum muslimin yang penuh noda.

Bagi yang mengerti dan melek informasi tentu saja tidak akan pernah berpikir bahwa kaum muslimin secara berabad-abad akan sebodoh itu terhadap sejarah mereka sendiri. Ulama-ulama besar telah menulis sejarah dan fakta-fakta yang haq tentang sejarah islam itu sendiri dengan sangat objektif jauh diatas standar obyektifitas penulisan para penulis barat selama ini.

Tidak ada metode penyusunan buku modern yang lebih shahih dalam menyusuri kebenaran sebuah riwayat/pendapat dibanding metode penyusunan yang dilakukan para perawi, dan para ulama besar Islam.

Mereka hilangkan sisi subjektifitas dan hawa nafsu dalam memandang sebuah masalah. Sesuatu hal yang sulit ditandingi oleh penulis-penulis buku diluar umat ini sampai kapanpun.

Guess what ??

Ketika buku fouda versi Indonesia muncul dengan judul “Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslimin”

maka Goenawan Mohammad, Azyumardi Azra, dan Syafii Maarif dan teman-temannya dengan riang segera termakan tulisan-tulisan fouda dan bertaklid buta padanya, tanpa melakukan penelitian lebih lanjut terhadap sumber-sumber penulisannya. Kemudian mereka secara berjamaah ikut menghina dan mengolok-olok para sahabat kekasih Allah hanya tanpa pernah mau melakukan penelitian mendalam terhadap sumbernya.

Tentu saja karena itu semua memang sudah sesuai dengan mindset (baca : hawa-nafsu) mereka.

SI MULUT SAMPAH PUNYA BANYAK PENGIKUT

SI MULUT SAMPAH MEWARISKAN KATA-KATA KEJAMNYA

SI MULUT SAMPAH MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN

SI MULUT SAMPAH MENYESATKAN ANAK-ANAK MANUSIA

Semoga kebodohan itu hilang dari para pengikut farag fouda di Indonesia

-dp-



Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: