Tidak bisa meninggalkan apa-apa, hanya bisa menorehkan pena. Ini adalah pena yang bisa bercerita bahwa tiap hari ada udara yg keluar masuk dan berganti tapi tak pernah disadari, bahwa tiap hari ada matahari dan bulan yang berganti tapi tak pernah dihayati, dan bahwa tiap hari ada berbagai kejadian kecil dan tak lucu lalu kita anggap angin lalu. Edi Sud-Rahmat Kartolo…Maksud Lo?!?!. Maksud aku ini hanya catatan harian yang biasa kutaruh di saku.
Songong
Si songong kian tak mampu berdiri
Wajahnya masih memerah dan mengeluh
Ditampar tampar kecongkakan utopis yang dibuatnya sendiri
Lututnya gemetar lemas dan berpeluh
Jatuh tersungkur dan tersungsup
Luluh, kotor, dan berdebu usang
Apa yang tergenggam kini telah hilang
Eh bukan hilang
Memang tak pernah tergenggam
Si songong memang selalu merasa menggenggam
Meski tak punya tangan
Meski tak ada tergenggam
-dian pamukti-